Green Wave Pointer

subbab

Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu

Selasa, 03 Februari 2015

Tafsir Surah Az-Zilzal

Tafsir Ibnu Katsir Sura Az-Zilzal (Goncangan)

Surah Madaniyyah; Surah ke 99: 8 ayat

Dengan nama allah yang maha pengasih lagi maha penyayang
1.apabila bumi di goncangkan dengan goncangan yang dahsyat
2.dan bumi telah mengeluarkan beban-beban beratnya
3.dan manusia berkata “ada apa denganya?”
4.pada hari itu bumi menyampaikan beritanya,
5.karena sesungguhnya tuhanmu telah memerintahkan (yang demikian itu) kepadanya.
6.pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan yang bermacam-macam supaya diperlihatkan kepada mereka pekerjaan mereka (dan balasanya)
7.maka barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun niscaya dan dia akan melihatnya.
8.dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah pun niscaya dia akan melihatnya pula.
Tema surat
Tanda – tanda hari kiamat serta balasan atas kebaikan dan keburukan.
Penamaan
Dinamakan surat Az Zalzalah atau Az-Zilzal karena dimulai dengan pengabaran akan terjadinya zilzal (goncangan) dahsyat beberapa saat sebelum kiamat.
Kesesuaian dengan surat sebelumnya
Tatkala Allah Ta’ala menyebutkan di akhir surat Al Bayyinah tentang ancaman bagi orang-orang kafir dan janji bagi orang – orang yang beriman. Maka Allah menjelaskan di dalam surat ini (Al-Zilzal) akan waktu balasan itu, yang sebagian tanda-tandanya adalah goncangan dan bumi mengeluarkan isi perutnya yang berat.
Sebab turunnya surat
Orang-orang kafir sering menanyakan tentang hari kiamat dan perhitungan, maka dalam surat ini Allah menjelaskan pada mereka tentang  tanda – tanda hari kiamat saja. Agar mereka tahu bahwa pengetahuan tentang hari kiamat hanya ada di sisi Allah dan tidak ada jalan untuk mengetahui dengan pasti hari menghadap, balasan, dan perhitungan itu.
Keutamaan surat Az Zalzalah
Imam At Turmudzy mengeluarkan hadist yang beliau nyatakan sebagai hadist hasan dari Anas Bin Malik bahwa Nabi mengabarkan surat ini sebanding dengan seperempat Al Quran
Makna kosa kata
Berkata Ibnu Abbas  :
إِذَا زُلْزِلَتِ الْأَرْضُ زِلْزَالَهَا
“ jika bumi diguncangkan dengan goncangan yang dahsyat ”
Artinya : bergerak bagian bawahnya. Allah Subhanahuwata’ala mengabarkan tentang apa itu hari kiamat dan bahwa bumi di goncangkan, digetarkan dan di goyang hingga jatuh.
وَأَخْرَجَتِ الْأَرْضُ أَثْقَالَهَا
“dan bumi telah mengeluarkan beban –  beban beratnya”
Artinya : membuang apa yang ada di dalamnya.
وَقَالَ الْإِنسَانُ
“dan manusia berkata : tatkala melihat kejadian yang besar menimpa bumi itu”
مَا لَهَا
“ada apa dengannya?
Artinya : apa yang menimpanya?
يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا
“pada hari itu bumi menayampaikan beritanya”
Artinya : bersaksi atas perbuatan orang – orang yang berperan di atas permukaannya, baik kebaikan ataupun keburukan .
Dari Abu Hurairah, ia berkata : Rasulullah membaca
يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا
Lalu beliau bersabda : ‘apakah kalian tahu apa kabar – kabar  itu?’ para sahabat menjawab : “ Allah dan RasulNya lebih yang paling tahu”. Beliau bersabda : “ Sesungguhnya kabar-kabarnya ialah dia bersaksi atas tiap hamba, baik laki – laki maupun perempuan atas apa yang mereka lakukan di atas permukaannya, dia (bumi) berkata :” dia telah melakukan demikian dan demikian pada hari ini dan itu, itulah kabarnya”
بِأَنَّ رَبَّكَ أَوْحَىٰ لَهَا
Karena sesungguhya Rabbmu telah memerintahkan (yang demikian itu) kepadanya”
Dari ibnu abbas, ia berkata :”Rabbnya bumi berfirman padannya : “bicaralah!!, maka dia pun berbicara.” Mujahid berkata : “artinya : Allah memerintahkan untuk mengabarkan apa yang di perbuat di atasya lalu dia tidak menentang perintah allah.”
يَوْمَئِذٍ يَصْدُرُ النَّاسُ أَشْتَاتًا لِّيُرَوْا أَعْمَالَهُمْ
“pada hati itu manusia di keluarkan dari kuburnya dalam keadaan yang bermacam – macam”

أَشْتَاتًا
“bermacam – macam” : dengan kelompok yang berbeda – beda, ada yang bahagia dan ada yang sengsara.

لِّيُرَوْا أَعْمَالَهُمْ
“agar di perlihatkan kepada mereka amalan mereka”
artinya : agar allah meperlihatkan kepada mereka apa yang  telah mereka amalkan dari keburukan dan kebaikan beserta balasannya.
وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ ,فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ
“maka barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihatnya dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah pun, niscaya di akan melihatnya pula”
Seberat dzarrah : timbangan semut yang  terkecil
Suatu kebaikan, maka dia akan melihatnya :” yakni pada kitabnya dan hal itu mengembirakannnya. Ditulis bagi tiap orang yang baik dan yang jahat : untuk tiap satu kebaikan tertulis sepuluh kebaikan dan satu keburukan di tulis satu keburukan .” firman Allah Tal’ala :
يَوْمَ تَجِدُ كُلُّ نَفْسٍ مَّا عَمِلَتْ مِنْ خَيْرٍ مُّحْضَرًا وَمَا عَمِلَتْ مِن سُوءٍ تَوَدُّ لَوْ أَنَّ بَيْنَهَا وَبَيْنَهُ أَمَدًا بَعِيدًا ۗ
“pada hari itu tiap jiwa mendapatkan apa yang telah di amalkannya dari kebaikan di hadirkan, dan apa yang diperbuatnya dari keburukan  (juga di hadirkan). Dia sangat di inginkan andai ada di antaranya dengan hari itu waktu yang jauh” [ QS Al Imran : 30]
Ini adalah ajakan dari Allah untuk melakukan kebaikan walaupun sedikit dan ancaman dari melakukan keburukan walapun sedikit. Imam Muslim dan Turmudzy mengeluarkan dari Abi Hurairah , ia berkata bahwa Rasulullah bersabda :
“bumi akan memuntahkan sepotong limpanya berupa emas dan perak, bentuknya seperti tiang yang bulat dan panjang. Lalu datanglah seorang pembunuh dan berkata : “demi ini saya telah membunuh lalu datang merampok : “demi ini saya telah merampok”, lalu datang pencuri dan berkata : “ karena ini tangan saya di potong”, lalu mereka meninggalkan tanpa mengambil  sedikitpun darinya”.
Makna seraca global
Tatkala Allah mengehendaki berakhirnya dunia dan terjadilah kiamat. Maka Dia memerintahkan bumi lalu bergoncang dengan dahsyat, mengeluarkan apa yang tertanam di dalamnya. Pada waktu itu, berkatalah orang – orang yang menyaksikan kejadian ini?
”ada apa dengannya”,
di waktu itu pula bumi menyampaikan apa-apa yang pernah terjadi di atasnya dengan  lisan hal(lisan keadaan).
Pada hari itu, manusia keluar dari kubur mereka dalam keadaan berkelompok-kelompok, semua berdasarkan amalan mereka, untuk melihat balasan amal tersebut. firman Allat Ta’ala :
وَنَضَعُ الْمَوَازِينَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيَامَةِ فَلَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئًا ۖ وَإِن كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِّنْ خَرْدَلٍ أَتَيْنَا بِهَا ۗ وَكَفَىٰ بِنَا حَاسِبِينَ
“dan kami meletakkan timbangan-timbangan yang adil pada hari kiamat, maka tidak ada jiwa yang dizhalimi sedikitpun,walau (amalnya) seperti biji sawi akan mendatangkannya, dan cukuplah bagi Kami Sebaik – baik Pemberi Perhitungan (QS. Al Anbiya : 47)
Faedah dari surat ini
a. penetapan akidah tentang kebangkitan dan balasan
b. berbicara benda – benda (dengan lidah keadaan) termasuk tanda – tanda kekuasaan Allah yang menunjukan kekuasaan ilmu,dan hikmah-Nya. Ini menunjukan akan sifat ilahiyyah yang mewajibkan ibadah kepada-Nya saja, tidak ada sekutu bagi-Nya.
c. Pembenaran terhadap Hadist shahih :
“takutlah pada neraka walau dengan sepotong kurma”
(Hadist ini dikuatkan maknanya oleh ayat, sebab sedekah dengan sepotong kurma termasuk amal yang akan dilihat hasilnya di akherat, pent)

Tafsir Surah Al-Adiyat

Tafsir Ibnu Katsir Sura Al-Adiyat (Kuda Perang)

Surah Makkiyyah; Surah ke 100: 11 ayat

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
1. Demi kuda perang yang berlari kencang dengan terengah – engah.
2. Dan pukulan yang membuat loncatan api.
3. Dan kuda yang menyerang dengan tiba-tiba waktu shubuh
4. Maka ia menerbangkan debu
5. Lalu menyerbu ke tengah – tengah kumpulan membawanya
6. Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar pada tuhanNya.
7.Dan sesungguhnya manusia itu menyaksikan sendiri keingkarannya.
8. Dan sesugguhnya dia sangat kuat cintanya kepada harta.
9. Maka apakah dia tidak mengetahui jika telah disemburkan apa yang di dalam kubur.
10. Dan dilahirkan apa yang ada di dalam dada?
11.Sesungguhnya Tuhan mereka pada hari itu Maha Mengetahui tentang diri mereka.
Dinamakan denga surat Al Adiyaat karena Allah memulai nya dengan sumpah, menggunakan kata al adiyaat (Kuda para mujahid yang cepat mengahadapi musuh).
Hubungan antara kedua surat terdapat pada pembicaraan tentang pengeluaran mayat-mayat dari perut bumi. Firman allah
وَأَخْرَجَتِ الْأَرْضُ أَثْقَالَهَا
“dan bumi mengeluarkan benda – benda beratnya”
Dan dalam surat ini :
إِذَا بُعْثِرَ مَا فِي الْقُبُورِ
“jika di bangkitkan apa yang di dalam kubur”
Pada surat Az Zalzalah di tutup dengan penjelasan tentang balasan atas kebaikan dan keburukan maka surat Al Adiyat  juga ditutup dengan balasan atas kebaikan dan keburukan :
إِنَّ رَبَّهُم بِهِمْ يَوْمَئِذٍ لَّخَبِيرٌ
“sesungguhnya Tuhan mereka pada hari itu Maha Mengetahui tentang mereka”.
Makna Kosa Kata
وَالْعَادِيَاتِ
(Demi kuda perang yang berlari kencang dengan terengah – engah).
Kuda yang menyerang musuh dengan cepat dan kuat, sehingga muncul darinya suara engahan.
ضَبْحًا
(engahan).
Suara nafas pada dadanya saat menyerang musuh.
فَالْمُورِيَاتِ
(pukulan yang mengeluarkan loncatan api).
Dengan tapalnya saat memukul batu-batu.
قَدْحًا
(loncatan api)
فَالْمُغِيرَاتِ
(kuda yang menyerang dengan tiba – tiba)
yang menyerang musuh dengan tiba – tiba.
صُبْحًا
(di waktu Shubuh)
Demikianlah yang banyak terjadi bahwa penyerangan terjadi pada waktu shubuh. Disebutkan karena Nabi jika hendak menyerang maka Beliau menunggu waktu Shubuh.
فَأَثَرْنَ بِهِ
(maka ia menerbangkan)
Ia menimbulkan dengan serangan itu.
نَقْعًا
(debu)
Karena gerakannya yang kuat.
فَوَسَطْنَ بِهِ
(lalu dia menyerbu ke tengah – tengah membawanya)
Membawa penunggangnya.
جَمْعًا
(kumpulan)
Kumpulan musuh yang dia serang.
إِنَّ الْإِنسَانَ لِرَبِّهِ لَكَنُودٌ
(sesungguhnya  manusia sangat ingkar kepada Tuhanya)
Sesungguhnya manusia suka menahan kebaikan (harta) yang di dalamnya terdapat hak allah atasnya atau mengingkari kebaikan (yang ada Dia berikan)
عَلَىٰ ذَٰلِكَ لَشَهِيدٌ
(dan sesungguhnya manusia menyasikan sendiri akan hal itu)
Dia saksikan sendiri keingkarannya,sebab dia mengetahui bahwa dirinya menahan dan bakhil dengan harta itu.
وَإِنَّهُ لِحُبِّ الْخَيْرِ لَشَدِيدٌ
(sesungguhnya di sangat kuat cintantanya kepada harta).
Manusia dalam menyukai kebaikan (maksudnya:harta) teramat suka, maka dia bakhil dengan harta itu.
بُعْثِرَ مَا فِي الْقُبُورِ
(telah disemburkan apa yang di dalam kubur)
Disemburkan dan dikeluarkan apa yang ada di dalam kubur dari orang – orang mati. Maksudnya : kebangkitan (allah membangkitkan mereka)
وَحُصِّلَ مَا فِي الصُّدُورِ
(dan dilahirkan  apa yang ada di dalam dada)
Tampak dan jelas hakekatnya setelah tadinya tertutup di dalam hati dari kebaikan dan keburukan.
إِنَّ رَبَّهُم بِهِمْ يَوْمَئِذٍ لَّخَبِيرٌ
(sesungguhnya Rabb mereka pada hari itu Maha Mengetahui tentang diri mereka)
Maha mengetahui amal mereka, baik yang lahir maupun batin dan membatasi amal – amal mereka itu.

Makna secara global
Allah bersumpah dengan kuda, karena ia memiliki perangai terpuji yang tidak di miliki oleh binatang yang lain. Hal itu karena dia adalah kendaraan untuk perang bagi orang arab dan mempunyai pengaruh atas jiwa kaum mukminin.
Padahal ,terdapat ajakan untuk memiliki kuda dan berlatih dengannya untuk berjihad di jalan allah. Juga seruan untuk membiasakan diri dengan urusan yang besar, bersungguh – sungguh dan gesit beramal, serta untuk memiliki kuda dengan maksud – maksud yang baik.
Kelanjutan dari sumpah tersebut adalah penjelasan tabiat manusia, bahwa dia mengingkari nikmat dan lupa bersyukur pada Khaliq Sang Pemberi nikmat dan sering kali hal itu membawanya tidak tunduk pada syariat Allah serta hukum – hukumNya.
Terdapat penjelasan bahwa karena sangat cintanya manusia kepada harta, hal itu membuatnya kikir dan meninggalkan infaq. Bahkan engkau lihat mereka bersungguh – sungguh mencari harta, sampai – sampai bersedia membinasakan dirinya demi harta.
Mereka memperhatikan dunia dan berpaling dari akherat serta lupa pada hak Allah atas apa yang di berikan, sehingga Allah mengancamnya dan menjanjikan siksaan jika di tetap pada sifat-sifat ini dan tidak memperbaiki akhlaqnya.
أَفَلَا يَعْلَمُ إِذَا بُعْثِرَ مَا فِي الْقُبُورِ , وَحُصِّلَ مَا فِي الصُّدُورِ
“apakah mereka tidak tahu, tatkala di bangkitkan apa yang ada di dalam kubur dan dilahirkan apa yang ada di dalam dada”
Artinya
Apakah orang yang mengingkari dan pura  – pura lupa akan perintah dan larangan Allah mengetahui apa yang terjadi jika dia keluar dari kuburnya dan tampak jelas apa yang ada pada dirinya, dari :niat – niat, kemauan – kemauan, kebaikan , dan keburukan.
Faedah surat
1.Targhib untuk berjihad dan bersiap untuk itu dengan memiliki alatnya.
2. penjelasan tentang hakekat manusia, bahwa dia mengingkari nikmat – nikmat Rabbnya dan kebanyakan mereka akan terus mengingat musibah yang pernah menimpanya serta melupakan nikmat tatkala nikmat itu melimpah ruah, kecuali mereka yang beriman dan beramal shaleh.
3.penjelasan tentang tabiat manusia yang sangat cinta pada hatrta.
4.penetapan akidah tentang kebangkitan dan perhitungan.